Moksada Ekadasi
Moksada Ekadasi ini muncul pada kurun waktu bulan purnama pada bulan Nopember/Desember. Kemuliaan hari Ekadasi digambarkan dalam Brahmanda Purana dalam percakapan antara Tuhan Sri Krsna dan Maharaj Yudhisthira.
Pada suatu waktu Yudhisthira bertanya kepada Sri Krsna, ”Krsna tersayang, apa nama ekadasi yang muncul pada waktu bulan purnama pada bulan Nopember/Desember? Mohon juga menjelaskan pada hamba rincian bagaimana melaksanakan puasa pada hari Ekadasi ini.”
Sri Krsna menjawab, ” O yang terbaik diantara para Raja! Ekadasi ini menghancurkan reaksi dosa seseorang, jika seseorang memuja Tuhan dengan tulasi manjari pada hari ini maka Tuhan menjadi sangat puas. Dengan mengikuti puasa Ekadasi ini seseorang memperoleh hasil dari melaksanakan korban suci Vajpena.”
Ada seorang raja yang bernama Vaikanasa yang hidup dan berkuasa di kota Campaka. Raja sangat perduli terhadap rakyatnya. Banyak brahmana yang dikenal dalam kesusasteraan weda tinggal di kerajaan ini. Suatu hari raja bermimpi, ayahnya telah jatuh ke neraka dan menderita berbagai jenis kesengsaraan disana. Melihat hal ini, sang raja menjadi termenung. Pada hari berikutnya, sang raja mengemukakan hal ini di hadapan sidang para brahmana yang terpelajar. Beliau juga memberitahukan kepada mereka bahwa ayah beliau telah meminta sang raja untuk membebaskannya dari keadaan-keadaan neraka. Sejak mendapatkan mimpi ini sang raja tidak dapat beristirahat, dan tidak dapat merasa bahagia ataupun tertarik untuk memerintaha kerajaannya. Beliau bahkan mengabaikan keluargannya. Beliau berpikir bahwa kehidupan, kerajaan, kekayaan, kekuatan, dan kehadiran dari serorang putra sepenuhnya tidak berguna jika ayah beliau menderita di neraka. Oleh karena itu sang raj meratap penuh iba kepada para brahmana yang terpelajar itu, ’Mohon menunjukkan cara kepada saya untuk membebaskan ayah saya dari cengkeraman neraka.’
Mendengar ratapan sang raja, para brahmana menjawab, ’ O raja, asram dari Parvata Muni berada dekat dari sini. Beliau adalah yng mengetahui masa lalu, masa kini, dan masa depan. Mohon anda mengemukakan masalah ini kepada beliau.’
”Setelah mendengar saran dari mereka, raja Vaikanasa, ditemani oleh para brahmana dan permasalahannya berangkat ke asram Parvata muni. Setelah Parvata Muni menanyakan mengenai kemakmuran kerajaannya, Raja Vaikasana berkata, ’O Tuanku kami semua dalam keadaan baik berkat karunia anda, tetapi di balik memiliki kerajaan dan semua kekayaan saya berada dalam kesulitan besar. Kenyataannya sebuah keraguan telah muncul dalam pikiran saya dan dengan maksud menghilangkan hal itu maka saya telah datang kepada kaki padma anda.’
”Setelah mendengar keseluruhan cerita dari sang raja, Parvata Muni duduk dalam meditasi yang dalam. Setelah beberapa saat beliau bangkit dari meditasinya dan berkata kepada sang raja, ”Raja yang terkasih, ayah anda adalah seorang yang penuh nafsu pada kehidupannya terdahulu, karenanya beliau telah menurunkan dirinya hingga keadaan ini. Sekarang anda harus melaksanakan Ekadasi yang terjadi dalam kurun waktu bulan purnama pada bulan Nopember/Desember unutk membebaskan ayah anda dan menyumbangkan hasil/pahala yang diperoleh untuk beliau. Dan berkat pengaruh dari pahala tersebut ayah anda akan dibebeaskan dari cengkeraman kehidupan neraka.’ Setelah mendengar kata-kata dar Parvata Muni ini, raja kembalai ke istananya, dikelilingi oleh para pengikutnya.
”Setelah itu dalam kurun waktu itu raja beserta istri, anak-anak, dan pelayan-pelayannya melaksanakan Ekadasi ini yang muncul dalam kurun waktu bulan purnama pada bulan Nopember/Desember, dan mempersembahkan seluruh hasil yang diperoleh kepada ayahnya yang menderita. Berkat pengaruh dari hasil/pahala ini ayah sang raja mencapai planet surga dan sangat memberkati putranya.
”O Raja seseorang yang melaksanakan Moksada Ekadasi dengan semestinya pasti akan dibebaskan dari segala reaksi dosa.”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar